Mengapa Disiplin Soal Pembagian Waktu itu Penting

Disiplin untuk memanfaatkan waktu Anda sebaik mungkin di tempat kerja dan saat Anda tidak bekerja adalah kunci kehidupan yang lancar. Steve Marta, General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), menganggap prinsip ini penting, sehingga ia juga mengajarkannya kepada anak-anaknya.

Menurut Steve, saat menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan keluarga, ia harus terlebih dahulu menentukan tanggung jawab dan niat pribadinya. Waktu yang dia cari akan terwujud ketika dia menyadari tanggung jawabnya dan berniat untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

“Kalau kita tunda-tunda, biasanya kita beralasan tidak punya waktu. Tapi kalau kita ngatur, pasti bisa mengatur waktu dengan baik,” kata Steve kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Steve menjelaskan bahwa orang perlu memperhatikan prioritas. Ini berarti bahwa untuk memiliki kehidupan yang seimbang, seseorang tidak boleh menjadikan pekerjaan terus-menerus sebagai prioritas. Pasalnya, setiap orang punya waktu untuk istirahat, menyediakan waktu untuk keluarga, bersantai (refresh).

“Tidak baik jika kita terus bekerja. Tapi jika kita punya waktu untuk menyegarkan, ketika kita kembali bekerja lagi, itu akan menjadi jernih dan segar di pikiran kita,” katanya.

Pemahaman ini ditanamkan pada anak-anaknya, sehingga tidak ada alasan untuk absen dari waktu yang telah ditentukan. Sebagai contoh, di Indonesia, khususnya di Jakarta, masalah kemacetan lalu lintas di jalan raya seringkali membuat orang mudah mencari alasan ketika orang tidak mentaati disiplin waktu dalam bekerja.

“Kalau terjebak macet, berarti kita harus tahu kita harus berangkat lebih awal. Jadi menurut saya disiplin itu penting. Kita harus berusaha semaksimal mungkin melakukan apa yang sudah ditetapkan atau direncanakan,” Steve dikatakan.

Bukan hanya disiplin waktu, menurutnya, disiplin keuangan juga penting karena masalah keuangan sering terjadi karena orang tidak disiplin. Misalnya, dalam pandangannya, banyak orang ingin membeli banyak barang dan menghabiskan uang yang seharusnya mereka simpan atau investasikan, yang sangat manusiawi.

Jadi, Steve menilai, praktis setiap orang memiliki kemampuan mengelola diri sendiri untuk menghindari masalah. “Jadi kalau orang kerja ya kerja, dan kalau santai ya santai. Itu yang saya pegang,” katanya.

Steve mengaku segar dan segar setelah bekerja. Menurutnya, waktu istirahat dan relaksasi sangat penting bagi manusia, karena hanya mesin yang memiliki waktu khusus untuk dimatikan dan diperbaiki.

Di sisi lain, dia tidak menganggap gila kerja itu salah dan harus menggunakan waktu di luar pekerjaan untuk beristirahat dan bersantai. Sebab, setiap orang membutuhkan waktu khusus untuk kembali menyemangati diri.

“Lebih baik bos tidak meminta kita bekerja di luar jam kerja setelah kita bekerja keras sebelumnya. Sebisa mungkin, ketika saya sedang berlibur, saya tidak mengganggu orang atau karyawan,” katanya.

Oleh karena itu, menurutnya, hal-hal yang kurang penting tidak boleh dipaksakan menjadi prioritas utama. Ada hal-hal yang mendesak, tetapi harus dilakukan sesegera mungkin. Steve percaya bahwa untuk menjalani kehidupan yang lebih seimbang, orang harus pintar memilah yang penting dan yang kurang penting.

Dia sendiri bukan penggemar berat menghabiskan waktu bepergian dari mal ke mal, melainkan melakukan kegiatan di luar ruangan. Misalnya, berolahraga dan menjalankan hobinya, merakit dan menerbangkan pesawat model (aviation). Dia menyukai kegiatan penerbangan sejak dia masih kecil.

“Selain itu, saya bisa menghabiskan waktu untuk hang out dan mengobrol dengan keluarga dan terkadang dengan teman-teman, tergantung keinginan saya saat ini,” kata Steve.

ingin menjadi berguna
Menurut Steve, hal terpenting dalam hidup adalah menjadi berguna dan berpengaruh bagi orang-orang di sekitar Anda, bahkan di luar lingkungan Anda sendiri. Ia percaya bahwa citra Steve Jobs, pencipta perangkat Apple, adalah sosok yang patut dikagumi. Pasalnya, Jobs tidak bertindak seperti bintang besar (superstar), kelihatannya sederhana, tetapi Jobs bisa membuat dampak ke seluruh dunia.

“Saya mengagumi orang yang membuat hidup orang lain lebih mudah dan menyenangkan. Tapi untuk Steve Jobs atau siapa pun, saya tidak melihat orang, saya melihat hasil dan kreasi,” kata Steve.

Berkaitan dengan hal tersebut, menurut dia, masih ada beberapa aspirasi atau aspirasi yang belum terpenuhi dalam dunia kerja yaitu Indonesia belum terbiasa menggunakan kartu sebagai alat pembayaran, atau tidak mengetahui manfaat dari less cash. (tidak mengandalkan uang tunai).

About admin