Kiat Bertahan Hidup di Jakarta dengan gaji Rp 4 Juta Per Bulan

Kiat Bertahan Hidup di Jakarta dengan gaji Rp 4 Juta Per Bulan

Mampukah kamu bertahan hidup di Jakarta dengan gaji ‘hanya’ Rp 4 juta per bulan? Jawabannya bisa, kok! Makannya, jangan sampai terbuai dengan gaya hidup Jakarta yang bisa menyebabkan gaji sebesar apapun terasa nggak cukup untuk bertahan hidup. Hindari kebiasaan BPJS yang artinya; budget pas-pasan jiwa sosialita. Selain itu, hindari juga hutang terutama yang bersifat konsumtif.

Walaupun kamu tinggal di Jakarta, kamu juga bisa kok lebih hemat dengan menyisihkan sebagian gajimu untuk keperluan lain. Mau tahu rahasianya? Simak tips berikut ini!

1. Mencari kost murah

Hidup jadi perantauan di Jakarta itu memang boros, karena gaya hidup di kota metropolitan itu sangatlah mahal. Bagi kalian pendatang baru yang bekerja disana, carilah tempat tinggal/kost yang murah, berikan budget untuk kostmu 500-700 ribu/bulan. Jangan memilih tempat kost mewah, karena disana mahal. Tempat tinggal yang kecil jangan dijadikan masalah untuk kesuksesanmu sebagai anak rantauan. Hidup di Jakarta itu harus penuh dengan prihatin dan hemat.

2. Budget makan dan pulsa

Nah, ini salah satu kebutuhan yang nggak bisa kita tinggalkan, budget makanmu perlu disesuaikan dengan kantongmu, bukan? Karena makanan di Jakarta relatif mahal. Anggap saja kamu sehari makan Rp 30 ribu. Total untuk uang makan kamu dalam 1 bulan nggak lebih dari 1 juta. Akan tetapi, bagi kamu yang ingin berhemat, hindari makan-makan di cafe, karena itu salah satu yang membuat kantongmu jebol. Jika kamu memiliki uang lebih, sesekali makan di cafe atau restoran mahal boleh, kok. Akan tetapi, jangan terlalu sering.

Pengeluaran kamu untuk pulsa atau paket data Rp 100 ribu per bulan cukup, kan? Jika kamu menggunakan smartphone, pilihlah paket internet yang kurang dari Rp 100 ribu per bulan. Dengan kuota yang nggak seberapa, kamu bisa memanfaatkan wifi di kantor, sedangkan sisanya untuk keperluan telepon dan sms.

3. Transportasi

Untuk transportasi selama kerja di Jakarta, kamu bisa memanfaatkan angkutan umum atau ojek online yang tarifnya nggak mahal, lho. Kurang lebih kamu membutuhkan biaya Rp 200 ribu untuk transportasi sehari-hari. Lebih enaknya lagi, kamu bisa mencari kost atau tempat tinggal yang nggak jauh dari kantor. Dengan berjalan ke kantor, kamu bisa menghemat banyak biaya pengeluaran sebulan, bukan?

4. Gaya Hidup dan kebutuhan sehari-hari

Setinggi apapun gaji kamu, nggak akan pernah cukup ketika gaya hidupmu kelewatan mewah. Boleh kok, sekali-sekali nongkrong di cafe kekinian, asalkan nggak tiap hari. Untuk kebutuhanmu sehari-hari, kamu bisa menyisihkan kurang lebih Rp 200 ribu per bulan untuk alat mandi, keperluan memasak, dan lain-lain. Budget Rp 200 ribu pun bisa kamu gunakan untuk membeli perlengkapan sehari-hari saat persediaan sudah habis.

5. Dana darurat dan investasi

Sebagian gajimu yang sudah kamu sisihkan untuk berbagai keperluan, kamu juga bisa menyisihkan uangmu sebagai dana darurat sebesar Rp 500 ribu. Dana darurat penting apalagi ketika kamu tiba-tiba jatuh sakit. Sebetulnya kamu masih memiliki sisa uang yang sudah kamu pakai. Anggap saja sebagai tabunganmu untuk menikah sebesar 1 juta/bulan. Nah, selebihnya yaitu Rp 400 ribu, kamu bisa sisihkan untuk mulai investasi, salah satunya melalui reksa dana yang bisa dimulai dari modal minimal Rp 50 ribu saja.

Semoga kelima tips di atas dapat menjadi inspirasi agar kamu bisa lebih bijak mengelola keuangan di Jakarta!

About admin

Check Also

Menabung di Reksadana, Hasil Fantastis untuk Modal Berbisnis

Menabung di Reksadana, Hasil Fantastis untuk Modal Berbisnis Di zaman sekarang, mencari kerja itu susah. …